METRO
Indeks
Nasional

Predikat WTP Kesepuluh Kejaksaan Agung Diserahkan BPK di Jakarta

Opini WTP Kejagung kembali menjadi sorotan di ibu kota setelah Badan Pemeriksa Keuangan menyerahkan hasil pemeriksaan keuangan tahun 2025 di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta. Jaksa Agung ST Burhanudin menegaskan predikat Wajar Tanpa Pengecualian itu sudah diraih lembaga hukum tersebut untuk kesepuluh kalinya secara beruntun, menandai konsistensi pengelolaan anggaran negara di pusat pemerintahan.

Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan berlangsung Kamis, 3 September 2026. Bagi pembaca di Jakarta, momen ini relevan karena Kejaksaan Agung berkantor di wilayah ibu kota dan menjadi rujukan tata kelola keuangan lembaga penegak hukum nasional. Predikat itu dinilai memperkuat kepercayaan publik terhadap akuntabilitas institusi yang sehari-hari menangani perkara di tingkat pusat.

Penyerahan LHP keuangan di Gedung Kejaksaan Agung

Dalam keterangan di lokasi, Jaksa Agung menyampaikan rasa syukur atas penilaian wajar tanpa pengecualian dari BPK. Ia menekankan bahwa capaian kesepuluh bukan angka semata, melainkan hasil pemeriksaan atas laporan keuangan Kejaksaan untuk tahun anggaran 2025 yang telah melalui prosedur audit formal.

Kehadiran pejabat BPK di kompleks Kejaksaan Agung menandai penutupan siklus pemeriksaan rutin. Suasana resmi di Jakarta itu juga menjadi ruang komunikasi publik agar masyarakat memahami bahwa opini audit terkait langsung dengan disiplin administrasi dan pelaporan keuangan lembaga negara.

BPK tegaskan capaian bukan hadiah

Anggota I Badan Pemeriksa Keuangan, Nyoman Adhi Suryadnyana, menjelaskan bahwa opini yang diberikan tidak boleh dibaca sebagai hadiah. Menurutnya, hasil itu mencerminkan kerja keras pimpinan dan seluruh jajaran Kejaksaan Agung dalam memenuhi sejumlah indikator tata kelola yang diukur selama pemeriksaan.

Ia menguraikan bahwa lembaga tersebut telah menunjukkan transparansi kegiatan, kepatuhan pada standar akuntansi pemerintahan, sistem pengendalian internal yang berjalan efektif, serta pengelolaan keuangan negara yang akuntabel sesuai peraturan. Empat unsur itu menjadi dasar penilaian positif yang dirangkum dalam opini WTP.

Efektivitas tindak lanjut mencapai 94,8 persen

Salah satu data yang disorot BPK adalah efektivitas pelaksanaan tindak lanjut rekomendasi pemeriksaan. Angka Kejaksaan Agung tercatat 94,8 persen, jauh di atas standar nasional yang dipatok 75 persen. Capaian itu ditempatkan sebagai salah satu yang tertinggi di antara entitas yang diperiksa di Indonesia.

Tingginya tindak lanjut menandakan temuan audit tidak dibiarkan menggantung. Bagi publik Jakarta yang menaruh perhatian pada reformasi birokrasi, data tersebut memberi sinyal bahwa perbaikan internal di lembaga penegak hukum pusat berjalan terukur dan dapat diverifikasi melalui mekanisme BPK.

  • Opini WTP ke-10 untuk laporan keuangan Kejaksaan tahun 2025
  • Efektivitas tindak lanjut rekomendasi 94,8 persen
  • Standar nasional tindak lanjut sebesar 75 persen
  • Pemenuhan transparansi, akuntansi pemerintah, dan pengendalian internal

Fondasi tata kelola dan dampak penegakan hukum

Nyoman menegaskan opini WTP bukan tujuan akhir. Predikat itu diposisikan sebagai fondasi penguatan tata kelola keuangan negara agar dampaknya terasa pada penegakan hukum, penerimaan negara, dan manfaat langsung bagi masyarakat. Harapan tersebut selaras dengan peran Kejaksaan yang sehari-hari beroperasi dari Jakarta sebagai pusat koordinasi nasional.

Dengan tata keuangan yang akuntabel, ruang fiskal dan kredibilitas kelembagaan diharapkan lebih solid mendukung program penuntutan, pengamanan aset negara, serta pelayanan hukum. Pemerintah dan publik di ibu kota dapat memantau apakah fondasi audit ini benar-benar berimbas pada kinerja penegakan hukum yang lebih responsif.

Secara keseluruhan, penyerahan opini di Jakarta menegaskan bahwa disiplin pelaporan dan tindak lanjut rekomendasi tetap menjadi ukuran utama. Kejaksaan Agung diminta menjaga momentum kesepuluh WTP agar tidak berhenti pada seremoni, melainkan berlanjut pada perbaikan berkelanjutan yang bisa dirasakan masyarakat luas.

Sumber: Liputan6.

Tag: opini WTP, Kejaksaan Agung, BPK, tata kelola keuangan, Jakarta, ST Burhanudin, laporan keuangan

Blackjack Terlihat Sederhana tetapi Kenapa Keputusan Hit atau Stand Bisa Mengubah Peluang Jackpot Terlihat Semakin Besar tetapi Apa Hubungannya dengan Peluang Mendapatkannya House Edge Kecil Sering Dianggap Menguntungkan tetapi Begini Cara Membaca Angkanya Volatilitas Tinggi dan Rendah Apa Bedanya dan Kenapa Pengalaman Bermain Bisa Berubah Drastis Sudah Banyak Putaran tetapi Bonus Belum Muncul Apa yang Sebenarnya Terjadi RNG Sering Disebut Acak tetapi Bagaimana Sistem Ini Sebenarnya Menentukan Setiap Putaran Simbol Hampir Membentuk Bonus Kenapa Momen Near Miss Terasa Begitu Meyakinkan Bonus Buy Memang Langsung Membuka Fitur tetapi Apa yang Berubah dari Permainan Biasa Kenapa Angka Kemenangan Besar Lebih Mudah Diingat daripada Puluhan Putaran Biasa Autoplay dan Spin Manual Terasa Berbeda tetapi Apakah Mekanismenya Benar Benar Berbeda Blackjack Terlihat Sederhana tetapi Kenapa Keputusan Hit atau Stand Bisa Mengubah Peluang Jackpot Terlihat Semakin Besar tetapi Apa Hubungannya dengan Peluang Mendapatkannya House Edge Kecil Sering Dianggap Menguntungkan tetapi Begini Cara Membaca Angkanya Volatilitas Tinggi dan Rendah Apa Bedanya dan Kenapa Pengalaman Bermain Bisa Berubah Drastis Sudah Banyak Putaran tetapi Bonus Belum Muncul Apa yang Sebenarnya Terjadi RNG Sering Disebut Acak tetapi Bagaimana Sistem Ini Sebenarnya Menentukan Setiap Putaran Simbol Hampir Membentuk Bonus Kenapa Momen Near Miss Terasa Begitu Meyakinkan Bonus Buy Memang Langsung Membuka Fitur tetapi Apa yang Berubah dari Permainan Biasa Kenapa Angka Kemenangan Besar Lebih Mudah Diingat daripada Puluhan Putaran Biasa Autoplay dan Spin Manual Terasa Berbeda tetapi Apakah Mekanismenya Benar Benar Berbeda