METRO
Indeks
Nasional

Antrean Bimbel Yogya Viral, Pengamat Desak Evaluasi Ulang Tes Akademik

Fenomena antrean bimbel Yogya yang ramai di media sosial kembali mengangkat perdebatan soal arah asesmen pendidikan nasional. Video orang tua berjejer mendaftarkan anak di lembaga bimbingan belajar Exist Gayam, Yogyakarta, menjadi sorotan karena mencerminkan tekanan persiapan tes yang kian intens. Bagi pembaca di kawasan metropolitan seperti Jakarta, isu ini relevan karena pola serupa sering muncul setiap musim pendaftaran program akademik.

Peristiwa tersebut dikaitkan banyak pihak dengan pemberlakuan Tes Kemampuan Akademik atau TKA. Ketika hasil tes dinilai berpengaruh pada masa depan anak, keluarga cenderung mencari jalur tambahan di luar sekolah formal. Akibatnya, industri persiapan ujian tumbuh cepat, sementara orientasi belajar di ruang kelas berpotensi menyempit.

Antrean subuh dan tekanan orang tua

Rekaman yang beredar memperlihatkan orang tua rela menunggu sejak dini hari demi kursi program bimbel tahun ajaran berikutnya. Antusiasme itu bukan sekadar tren sesaat, melainkan respons praktis terhadap kompetisi skor. Di kota besar, termasuk wilayah Jabodetabek, pola mengejar les tambahan sudah lama dikenal; viralnya antrean di Yogyakarta justru memperjelas skala kekhawatiran publik.

Pengamat pendidikan Ina Liem menilai gelombang pendaftaran itu sebagai konsekuensi yang sempat ia khawatirkan sejak awal. Menurutnya, begitu sebuah tes membawa konsekuensi nyata bagi jenjang berikutnya, masyarakat akan beradaptasi dengan cara paling cepat: menambah jam latihan dan mencari tutor.

Pergeseran dari materi penting ke materi ujian

Ina menekankan risiko “teaching to the test”. Materi yang semestinya penting bagi perkembangan anak bisa digeser oleh bahan yang diperkirakan muncul di soal. Anak mulai terbiasa drilling, sementara orang tua mengukur kemajuan terutama dari angka hasil try out.

Ia mempertanyakan tujuan asesmen itu sendiri. Jika keberhasilan tes justru membesarkan industri persiapan ujian, perlu dikaji ulang apakah kebijakan sedang memperbaiki mutu pendidikan atau hanya mempertajam kemampuan mengerjakan soal. Pernyataan itu disampaikannya kepada media pada Rabu, 2 September 2026.

Keterampilan masa depan versus insentif skor

Dalam pandangan Ina, perumusan kebijakan pendidikan perlu memasukkan perspektif dunia kerja dan industri. Kemampuan berpikir kritis, kreativitas, pemecahan masalah, serta daya adaptasi semakin krusial ketika kecerdasan artifisial menangani banyak pekerjaan kognitif rutin. Namun, insentif sistem pendidikan yang kembali mengarah ke skor tes dinilai kurang sejalan dengan kebutuhan generasi muda.

Ia juga menyinggung bahwa pengalaman panjang di ekosistem pendidikan saja belum tentu menjamin desain kebijakan sudah memadai tanpa masukan kuat dari arah masa depan pekerjaan. Tanpa penyesuaian itu, sekolah dan keluarga bisa terjebak pada kompetisi angka semata.

Usulan hapus TKA nasional serentak

Ina konsisten menyarankan TKA dihapuskan dalam format nasional dan serentak. Ia tidak menolak asesmen; evaluasi tetap diperlukan, tetapi lebih tepat dilakukan sekolah sesuai konteks dan kebutuhan siswa. Untuk pemetaan nasional, instrumen Asesmen Nasional (AN) dinilai sudah tersedia.

Dengan memberi ruang asesmen kontekstual, tekanan antrean bimbel yang viral di Yogyakarta diharapkan tidak menjadi pola baku di kota lain. Keluarga di Jakarta dan daerah lain pun bisa kembali menimbang kualitas pembelajaran harian, bukan hanya target skor jangka pendek.

Diskusi publik setelah video antrean itu menyebar setidaknya membuka ruang evaluasi. Kebijakan asesmen yang berimbang, berorientasi kebutuhan siswa, dan tidak memicu industrialisasi tes berlebihan menjadi harapan banyak orang tua yang ingin anak siap menghadapi zaman, bukan sekadar lulus ujian.

Sumber: Liputan6.

Tag: antrean bimbel, Yogyakarta, Tes Kemampuan Akademik, TKA, Ina Liem, asesmen pendidikan, bimbel Exist Gayam, orientasi belajar

Blackjack Terlihat Sederhana tetapi Kenapa Keputusan Hit atau Stand Bisa Mengubah Peluang Jackpot Terlihat Semakin Besar tetapi Apa Hubungannya dengan Peluang Mendapatkannya House Edge Kecil Sering Dianggap Menguntungkan tetapi Begini Cara Membaca Angkanya Volatilitas Tinggi dan Rendah Apa Bedanya dan Kenapa Pengalaman Bermain Bisa Berubah Drastis Sudah Banyak Putaran tetapi Bonus Belum Muncul Apa yang Sebenarnya Terjadi RNG Sering Disebut Acak tetapi Bagaimana Sistem Ini Sebenarnya Menentukan Setiap Putaran Simbol Hampir Membentuk Bonus Kenapa Momen Near Miss Terasa Begitu Meyakinkan Bonus Buy Memang Langsung Membuka Fitur tetapi Apa yang Berubah dari Permainan Biasa Kenapa Angka Kemenangan Besar Lebih Mudah Diingat daripada Puluhan Putaran Biasa Autoplay dan Spin Manual Terasa Berbeda tetapi Apakah Mekanismenya Benar Benar Berbeda Blackjack Terlihat Sederhana tetapi Kenapa Keputusan Hit atau Stand Bisa Mengubah Peluang Jackpot Terlihat Semakin Besar tetapi Apa Hubungannya dengan Peluang Mendapatkannya House Edge Kecil Sering Dianggap Menguntungkan tetapi Begini Cara Membaca Angkanya Volatilitas Tinggi dan Rendah Apa Bedanya dan Kenapa Pengalaman Bermain Bisa Berubah Drastis Sudah Banyak Putaran tetapi Bonus Belum Muncul Apa yang Sebenarnya Terjadi RNG Sering Disebut Acak tetapi Bagaimana Sistem Ini Sebenarnya Menentukan Setiap Putaran Simbol Hampir Membentuk Bonus Kenapa Momen Near Miss Terasa Begitu Meyakinkan Bonus Buy Memang Langsung Membuka Fitur tetapi Apa yang Berubah dari Permainan Biasa Kenapa Angka Kemenangan Besar Lebih Mudah Diingat daripada Puluhan Putaran Biasa Autoplay dan Spin Manual Terasa Berbeda tetapi Apakah Mekanismenya Benar Benar Berbeda