Upaya memperkuat edukasi anti narkoba di kalangan pelajar kembali digelar di wilayah operasional pelabuhan, termasuk kawasan Jakarta Utara. Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo menggelar program Sobat ANANDA BERSINAR: Merdeka Tanpa Narkoba yang menjangkau sekitar 900 siswa dari sembilan sekolah di empat kota.
Kegiatan ini menyasar generasi muda di Jakarta, Surabaya, Medan, dan Makassar. Di ibu kota, salah satu titik pelaksanaan berada di SMA Negeri 18 Jakarta Utara, sekolah yang berlokasi di Tanjung Priok dan masuk ring 1 wilayah operasional Pelindo. Pemilihan lokasi itu sejalan dengan fokus perusahaan pada lingkungan sehat di sekitar pelabuhan.
Kenapa kawasan pelabuhan jadi sasaran edukasi
Pelindo memandang tanggung jawab di sekitar pelabuhan tidak hanya soal infrastruktur dan arus barang. Masyarakat, termasuk pelajar yang tumbuh di lingkungan ring operasional, juga menjadi bagian dari perhatian keberlanjutan sosial perusahaan.
Group Head Keberlanjutan Korporasi Pelindo, Usman Saroni, menegaskan bahwa kepedulian terhadap kawasan pelabuhan mencakup warga yang hidup dan berkembang di sekitarnya. Program bersama BNN diharapkan memperkuat ketahanan komunitas, khususnya anak muda, menghadapi risiko penyalahgunaan dan peredaran narkoba.
Materi yang diterima para pelajar
Melalui rangkaian kegiatan, siswa dibekali pemahaman tentang bahaya narkoba, faktor risiko yang sering muncul di usia remaja, serta cara membangun pergaulan yang sehat. Pendekatan ini bertujuan agar peserta tidak hanya mendengar larangan, tetapi memahami alasan di balik sikap waspada sehari-hari.
Edukasi disampaikan secara interaktif. Sosialisasi dipadukan dengan diskusi dan sesi tanya jawab bersama narasumber dari BNN, sehingga pelajar dapat mengklarifikasi mitos, tekanan teman sebaya, maupun situasi nyata yang kerap mereka temui di lingkungan sekolah dan rumah.
Jangkauan empat kota dan sembilan sekolah
Secara keseluruhan, program menyentuh sekitar 900 pelajar di sembilan sekolah yang tersebar di Jakarta, Surabaya, Medan, dan Makassar. Pola multi-kota ini menandakan kolaborasi BNN–Pelindo tidak terbatas pada satu wilayah, meski sudut pandang pembaca Jakarta menonjolkan dampak di Tanjung Priok dan Jakarta Utara.
Bagi orang tua dan guru di DKI, kehadiran program serupa di sekolah negeri sekitar pelabuhan menjadi sinyal bahwa pencegahan dini tetap relevan. Lingkungan padat aktivitas logistik membutuhkan dukungan literasi narkoba yang konsisten, bukan hanya kampanye sesaat.
Manfaat bagi komunitas Jakarta Utara
Dengan melibatkan siswa SMA di ring 1 operasional, inisiatif ini berpotensi menularkan pesan bebas narkoba ke keluarga dan teman sebaya di sekitar Tanjung Priok. Sekolah menjadi pintu masuk yang efektif karena peserta masih dalam tahap pembentukan kebiasaan dan jaringan sosial.
Kolaborasi lembaga negara dan BUMN seperti ini juga memperlihatkan model pencegahan yang menggabungkan otoritas penindakan-edukasi BNN dengan jangkauan sosial perusahaan pelabuhan. Harapannya, generasi muda di empat kota tersebut semakin siap menolak godaan narkoba dan menjaga produktivitas komunitas.
Ke depan, pemantauan dampak di tingkat sekolah—misalnya partisipasi diskusi lanjutan atau kegiatan peer educator—bisa memperkuat hasil sosialisasi. Bagi warga Jakarta, setiap langkah pencegahan di usia pelajar tetap menjadi investasi penting bagi keamanan lingkungan metro.
Sumber: Sindo News.