Semangat membangun jiwa wirausaha mahasiswa kembali menguat di lingkungan kampus luar Jakarta. Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalimantan Tengah, Sesa Mareki, mendorong mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Palangka Raya (UPR) agar terus mengasah kreativitas, inovasi, dan kemampuan berwirausaha sebagai bekal menghadapi perubahan zaman.
Dorongan itu disampaikan pada pembukaan FKIP Expo 2026 di Palangka Raya, Kamis. Kegiatan mengusung tema “FKIP UPR Hebat: Berkarya, Berinovasi, dan Menginspirasi”. Bagi pembaca di ibu kota, pesan serupa relevan karena banyak lulusan daerah yang kemudian berkarya atau melanjutkan studi di Jakarta, sehingga bekal kemandirian usaha menjadi isu lintas wilayah.
Pesan utama di pembukaan expo kampus
Sesa Mareki menegaskan perguruan tinggi tidak cukup hanya mencetak lulusan siap kerja. Kampus juga diharapkan melahirkan pengusaha muda yang mandiri, kreatif, dan inovatif. Ia menilai kemampuan melihat peluang serta menciptakan karya baru sama pentingnya dengan kompetensi akademik.
Menurutnya, generasi muda perlu adaptif terhadap perkembangan teknologi dan media. Pemanfaatan media secara positif dapat menopang kreativitas sekaligus memperluas jangkauan usaha yang digeluti mahasiswa sejak masih duduk di bangku kuliah.
Talkshow bersama dinas pendidikan dan dekan
Dalam rangkaian acara, Sesa menjadi narasumber talkshow inspiratif. Ia berbagi panggung dengan Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan dan Pengelolaan Data Pendidikan Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Muzdalifah, serta Dekan FKIP UPR, Rinto Alexandro.
Diskusi menyoroti peran strategis perguruan tinggi dalam membekali mahasiswa. Selain materi keilmuan kependidikan, mahasiswa diajak memahami cara membaca peluang pasar, mengelola usaha kecil, dan menjaga etika bermedia agar karya mereka berdampak luas tanpa menimbulkan disinformasi.
Kunjungan stan dan dukungan produk mahasiswa
Usai sesi talkshow, Sesa bersama dekan meninjau stan pameran dan bazar mahasiswa. Ia berdialog langsung tentang produk serta ide usaha yang ditampilkan, lalu memberikan apresiasi atas kreativitas peserta expo.
Sebagai dukungan konkret, Sesa membeli sejumlah produk yang dipamerkan. Langkah itu dimaksudkan agar mahasiswa merasa karyanya dihargai dan terdorong terus memperbaiki kualitas, kemasan, maupun strategi pemasaran.
- Mengasah kemampuan presentasi produk di depan pengunjung
- Membangun kepercayaan diri saat menjelaskan nilai jual
- Melatih kepekaan terhadap kebutuhan konsumen
- Menumbuhkan kebiasaan mencatat umpan balik pasar
Sinergi literasi media dan kontribusi daerah
KPID Kalteng memanfaatkan momentum pendidikan ini untuk memperkuat sinergi dengan perguruan tinggi. Fokusnya meliputi peningkatan literasi media dan penyiaran di kalangan anak muda, agar mahasiswa tidak hanya produktif secara ekonomi tetapi juga cerdas dalam bermedia.
Sesa berharap FKIP Expo menjadi ruang rutin untuk menguji ide, mempertemukan mahasiswa dengan calon mitra, dan menumbuhkan generasi yang mampu memberi kontribusi bagi pembangunan daerah. Ia menekankan pentingnya keberanian berkarya serta melihat setiap peluang yang muncul di lingkungan sekitar.
Bagi ekosistem pendidikan nasional, termasuk jaringan kampus dan dunia usaha di Jakarta, contoh kegiatan serupa memperlihatkan bahwa kombinasi inovasi, literasi media, dan jiwa wirausaha dapat dilatih sejak dini. Kolaborasi regulator penyiaran, dinas pendidikan, dan fakultas kependidikan menjadi salah satu model yang dapat dicermati tanpa mengubah fakta kegiatan di Palangka Raya.
Dengan apresiasi terhadap produk mahasiswa dan ajakan terus berinovasi, KPID Kalteng menempatkan expo kampus sebagai sarana praktis, bukan sekadar seremoni. Harapannya, lulusan FKIP UPR hadir sebagai pendidik yang tangguh sekaligus warga produktif yang mampu membuka peluang kerja bagi dirinya dan lingkungan.
Sumber: Republika.