Warga Jakarta yang menantikan peresmian LRT Kelapa Gading–Manggarai pada Rabu, 26 Agustus 2026, harus menahan diri. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan menunda acara yang semula melibatkan Gubernur Pramono Anung dan Presiden Prabowo Subianto. Keputusan itu diambil setelah evaluasi akhir terhadap kesiapan layanan dan detail fasilitas jalur tersebut.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik DKI Jakarta, Marulina Dewi, menjelaskan penjadwalan ulang dilakukan agar peresmian digelar setelah penyempurnaan sejumlah detail proyek. Ia menekankan Pemprov ingin menghadirkan layanan yang lebih inklusif dan matang sebelum dibuka untuk publik.
Alasan resmi penundaan dari Diskominfotik
Dalam keterangan resmi Rabu (26/8/2026), Marulina menyatakan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan kegiatan membuahkan keputusan untuk menjadwalkan ulang. Ia tidak merinci item fasilitas mana yang masih disempurnakan, namun menegaskan prioritas pada kualitas layanan sebelum seremoni digelar.
Menurutnya, jadwal baru baru akan diumumkan setelah waktu pelaksanaan ditetapkan. Hingga pengumuman itu keluar, publik diminta menunggu informasi resmi dari Pemprov DKI agar tidak tercipta spekulasi seputar kapan LRT rute ini benar-benar beroperasi penuh.
Cek kesiapan sebelumnya di Stasiun Manggarai
Dua hari sebelum rencana peresmian, Gubernur Pramono Anung sempat meninjau kesiapan lintas Kelapa Gading–Manggarai bersama protokol Istana. Di Stasiun LRT Manggarai, Jakarta Selatan, Senin (24/8/2026), ia memastikan rel dan jalur layang sudah rampung 100 persen.
Pramono menyampaikan Pemprov pada prinsipnya siap meresmikan. Tahapan yang masih berjalan adalah pengujian oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan. Usulan tanggal 26 Agustus disesuaikan dengan agenda Presiden, baik pagi, sore, maupun hari lain jika diperlukan.
Rencana operasional setelah diresmikan
Saat kesiapan dicek, Gubernur menegaskan LRT akan langsung beroperasi penuh usai diresmikan Presiden. Jam layanan direncanakan mengikuti pola KRL, mulai pukul 05.00 hingga 24.00 WIB. Skema itu diharapkan memudahkan warga yang berpindah moda di kawasan Manggarai dan sekitar Kelapa Gading.
Bagi komuter Jakarta, rute ini penting karena menghubungkan kawasan padat di utara-timur kota dengan simpul transit Manggarai. Penundaan peresmian tidak mengubah fakta bahwa infrastruktur utama sudah selesai; yang ditunggu adalah kepastian tanggal dan hasil penyempurnaan fasilitas.
- Rel dan jalur layang: status selesai 100 persen menurut Gubernur.
- Pengujian: masih melibatkan Kementerian Perhubungan.
- Operasi penuh: direncanakan segera setelah peresmian resmi.
- Jam layanan usulan: 05.00–24.00 WIB, selaras KRL.
Dampak bagi warga dan transportasi Jakarta
Penundaan ini memengaruhi harapan pengguna angkutan umum di Jakarta Utara dan Jakarta Selatan yang mengandalkan koneksi LRT. Tanpa jadwal baru yang pasti, perencanaan perjalanan harian tetap bergantung pada moda existing. Pemprov diminta transparan soal progres detail fasilitas agar kepercayaan publik terjaga.
Marulina menegaskan penjadwalan ulang mempertimbangkan inklusivitas layanan. Artinya, aspek aksesibilitas dan kenyamanan fasilitas ikut menjadi tolok ukur sebelum acara diundur digelar. Warga Jakarta cukup memantau kanal resmi Pemprov untuk pengumuman berikutnya.
Secara keseluruhan, pembangunan lintas Kelapa Gading–Manggarai dinilai sudah pada tahap akhir. Yang berubah hanyalah momentum peresmian, bukan status penyelesaian rel dan jalur layang. Kejelasan jadwal baru akan menjadi penentu kapan layanan penuh bisa dinikmati masyarakat ibu kota.
Sumber: Liputan6.