METRO
Indeks
Nasional

Maroko Istimewakan Maulid Nabi di Istana, Jejak Perayaan di Negara Muslim

Perayaan Maulid Nabi kembali menjadi momen penting bagi umat Muslim di berbagai belahan dunia. Di tengah rangkaian doa, majelis, dan silaturahmi keluarga, perhatian publik turut tertuju pada Maroko yang menempatkan peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW dalam protokol kenegaraan tertinggi. Bagi pembaca di Jakarta, momen ini akrab lewat pengajian masjid, maulidan kampung, hingga peringatan di kantor dan sekolah yang biasanya berlangsung di bulan Rabiul Awal.

Secara umum, hari kelahiran Nabi diyakini jatuh pada tanggal 12 Rabiul Awal. Meski penentuan kalender Hijriah bisa berbeda antarnegara, banyak pemerintahan di kawasan mayoritas Muslim mengakui tanggal tersebut dan menetapkannya sebagai hari libur nasional. Bentuk perayaannya beragam: dari ibadah khusyuk hingga tradisi kuliner khas keluarga.

Upacara resmi di Istana Kerajaan Rabat

Pemerintah Maroko menonjolkan dimensi kenegaraan dalam peringatan ini. Raja Mohammed VI memimpin perayaan resmi Mawlid di Istana Kerajaan di Rabat pada Senin malam, sesuai keterangan Kementerian Rumah Tangga Kerajaan, Protokol, dan Kanselir. Rangkaian upacara dimulai saat matahari terbenam, bertepatan dengan 11 Rabiul Awal 1448 Hijriah.

Maroko kemudian memperingati puncak Maulid pada hari Selasa yang jatuh pada 12 Rabiul Awal, setelah bulan Hijriah tersebut dimulai pada 14 Agustus. Negara itu menetapkan libur nasional selama dua hari. Langkah tersebut menegaskan bahwa peringatan kelahiran Nabi bukan sekadar agenda keagamaan personal, melainkan bagian dari kalender resmi kerajaan.

Makna Mawlid dalam tradisi Maroko

Dalam masyarakat Maroko, Maulid—juga disebut Eid Al Mawlid Annabawi—memiliki tempat tersendiri dalam kehidupan keagamaan dan budaya. Keluarga biasanya berkumpul di rumah, menyiapkan hidangan serta kue manis khusus, lalu menghabiskan waktu bersama selama masa libur. Di ruang publik, suasana diwarnai lantunan pujian, pembacaan Al-Qur’an, dan pertemuan keagamaan.

Pola serupa dikenal luas di negara-negara MENA yang menjadikan tanggal Maulid sebagai libur nasional. Inti peringatannya tetap sama: menghidupkan kembali teladan Nabi melalui doa, zikir, dan kebersamaan. Perbedaan muncul pada skala resmi, protokol istana, serta durasi libur yang ditetapkan masing-masing pemerintahan.

Peringatan di komunitas Muslim lintas negara

Umat Muslim di seluruh dunia menyambut minggu peringatan ini dengan cara yang menyesuaikan adat setempat. Ada yang menekankan majelis ilmu, ada yang menonjolkan sedekah dan kunjungan silaturahmi. Di kota besar seperti Jakarta, tradisi maulidan sering merangkai ceramah singkat, pembacaan riwayat kelahiran Nabi, serta pembagian makanan kepada tetangga dan anak yatim tanpa menggeser fokus ibadah.

Variasi tanggal antarnegara wajar terjadi karena penampakan hilal dan kebijakan kalender resmi berbeda. Yang tetap dijaga adalah semangat menghormati kelahiran Rasulullah serta meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari. Pemerintah di sejumlah negara mayoritas Muslim memanfaatkan momen ini untuk memperkuat kohesi sosial melalui libur bersama dan kegiatan keagamaan terorganisasi.

Relevansi bagi warga Jakarta

Bagi warga ibu kota, berita tentang penghormatan kenegaraan di Maroko menjadi cermin bahwa Maulid bisa dirayakan dengan khidmat sekaligus terstruktur. Tanpa meniru protokol istana, komunitas lokal tetap dapat menjaga esensi peringatan lewat majelis di masjid, kegiatan RT/RW, atau program keagamaan di sekolah dan kantor. Yang penting adalah menjaga ketertiban, kebersihan lingkungan, dan rasa saling menghormati antarwarga.

Dengan libur dua hari di Maroko serta upacara yang dipimpin langsung kepala negara, publik melihat contoh bagaimana tradisi keagamaan mendapat tempat dalam agenda resmi. Di sisi lain, keluarga Muslim di mana pun—termasuk di kawasan padat Jakarta—tetap menjadi ujung tombak pelestarian makna Maulid melalui kebersamaan sederhana di rumah.

Pada akhirnya, peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW mengingatkan umat pada nilai kasih, kejujuran, dan kepedulian sosial. Baik dalam format upacara istana maupun pengajian kampung, arahnya sama: memperbarui kecintaan kepada Nabi dan menerjemahkannya ke dalam perilaku sehari-hari yang lebih baik.

Sumber: Sindo News.

Tag: Maulid Nabi, Raja Maroko, Mohammed VI, Rabat, Rabiul Awal, hari libur nasional, tradisi Muslim, Jakarta

Blackjack Terlihat Sederhana tetapi Kenapa Keputusan Hit atau Stand Bisa Mengubah Peluang Jackpot Terlihat Semakin Besar tetapi Apa Hubungannya dengan Peluang Mendapatkannya House Edge Kecil Sering Dianggap Menguntungkan tetapi Begini Cara Membaca Angkanya Volatilitas Tinggi dan Rendah Apa Bedanya dan Kenapa Pengalaman Bermain Bisa Berubah Drastis Sudah Banyak Putaran tetapi Bonus Belum Muncul Apa yang Sebenarnya Terjadi RNG Sering Disebut Acak tetapi Bagaimana Sistem Ini Sebenarnya Menentukan Setiap Putaran Simbol Hampir Membentuk Bonus Kenapa Momen Near Miss Terasa Begitu Meyakinkan Bonus Buy Memang Langsung Membuka Fitur tetapi Apa yang Berubah dari Permainan Biasa Kenapa Angka Kemenangan Besar Lebih Mudah Diingat daripada Puluhan Putaran Biasa Autoplay dan Spin Manual Terasa Berbeda tetapi Apakah Mekanismenya Benar Benar Berbeda Blackjack Terlihat Sederhana tetapi Kenapa Keputusan Hit atau Stand Bisa Mengubah Peluang Jackpot Terlihat Semakin Besar tetapi Apa Hubungannya dengan Peluang Mendapatkannya House Edge Kecil Sering Dianggap Menguntungkan tetapi Begini Cara Membaca Angkanya Volatilitas Tinggi dan Rendah Apa Bedanya dan Kenapa Pengalaman Bermain Bisa Berubah Drastis Sudah Banyak Putaran tetapi Bonus Belum Muncul Apa yang Sebenarnya Terjadi RNG Sering Disebut Acak tetapi Bagaimana Sistem Ini Sebenarnya Menentukan Setiap Putaran Simbol Hampir Membentuk Bonus Kenapa Momen Near Miss Terasa Begitu Meyakinkan Bonus Buy Memang Langsung Membuka Fitur tetapi Apa yang Berubah dari Permainan Biasa Kenapa Angka Kemenangan Besar Lebih Mudah Diingat daripada Puluhan Putaran Biasa Autoplay dan Spin Manual Terasa Berbeda tetapi Apakah Mekanismenya Benar Benar Berbeda