Hamparan tabebuya mekar Jakarta kembali menjadi sorotan di jantung Ibu Kota. Sepanjang Jalan Salemba hingga Jalan Kramat, Jakarta Pusat, pohon-pohon hias itu menampilkan bunga putih, kuning, dan merah muda yang memenuhi sisi jalan hingga median, sehingga banyak warga yang merasa seolah melintas di kawasan musim semi luar negeri.
Pemandangan tersebut terpantau masih bertahan hingga Selasa, 25 Agustus 2026. Meski sebagian kuntum mulai berguguran karena cuaca panas musim kemarau, keindahan warna-warni tabebuya tetap mengundang warga untuk berhenti sejenak, memotret, dan berbagi kesan di media sosial.
Warna cerah di jalur padat Jakarta Pusat
Tabebuya dikenal sebagai tanaman peneduh sekaligus ornamental yang berasal dari kawasan Amerika tropis, khususnya Amerika Selatan. Di Ibu Kota, pohon ini banyak ditanam di ruang milik jalan karena bunganya mekar serempak dan mencolok.
Di koridor Salemba-Kramat, pohon-pohon itu tumbuh di kiri, kanan, hingga bagian tengah jalan. Ketika mekar, kontras warna bunga dengan aspal dan gedung sekitar membuat suasana terasa lebih lunak di tengah lalu lintas yang biasanya padat.
Warga menyamakan dengan sakura dan jalanan Jepang
Beberapa warga yang melintas mengaku baru menyadari puncak mekarnya saat melewati halte busway atau berjalan kaki di trotoar. Merry, warga yang diwawancarai di lokasi, mengatakan dari atas halte pemandangan terlihat sangat rapi dan terasa seperti jalanan di Jepang, meski jelas bukan bunga sakura.
Dina mengaku sengaja mengambil banyak foto karena merasa tampilan bunga sangat cantik. Sementara Doni, pedagang minuman di sekitar Kramat, baru menyadari pohon-pohon itu sedang berbunga dan menilai suasananya mirip pemandangan luar negeri.
Sudah bermekaran beberapa pekan, kini mulai rontok
Linda, pedagang minuman keliling yang biasa berjualan di depan hotel di Jalan Kramat, menuturkan bunga tabebuya sebenarnya sudah mekar sekitar tiga hingga empat minggu. Pada pagi hari, menurutnya, kuntum-kuntum itu tampak paling segar dan membuat jalan terasa lebih cerah.
Namun cuaca panas membuat banyak bunga mulai berguguran. Ia tetap senang melihat sisa mekar yang ada, karena suasana jalan seketika terasa berbeda dari hari-hari biasa di pusat kota.
Tidak hanya Salemba-Kramat, titik lain juga ikut mekar
Fenomena serupa tidak terbatas di Jakarta Pusat. Pemandangan tabebuya berbunga juga tampak di Jalan Danau Sunter Barat, Jakarta Utara, serta Jalan Kemang Raya, Jakarta Selatan. Bagi pembaca Seputar Jakarta, sebaran ini menandakan pohon hias tersebut sudah menjadi bagian dari wajah ruang terbuka di sejumlah koridor strategis Ibu Kota.
- Jalan Salemba hingga Jalan Kramat, Jakarta Pusat
- Jalan Danau Sunter Barat, Jakarta Utara
- Jalan Kemang Raya, Jakarta Selatan
Bagi warga yang ingin menikmati sisa keindahan, waktu pagi masih menjadi momen paling nyaman sebelum terik meningkat dan lebih banyak kuntum yang rontok. Tetap perhatikan keselamatan saat berhenti di bahu jalan atau median, dan utamakan kelancaran lalu lintas di sekitar lokasi.
Tabebuya mekar di tengah padatnya aktivitas Jakarta memberi jeda visual yang sederhana namun berkesan. Selama musim kemarau berlangsung, warga masih bisa menikmati sisa warna di koridor Salemba-Kramat dan titik lain sebelum pohon kembali menumbuhkan daun lebat.
Sumber: Liputan6.