Temuan kerangka tol Jangli di Kota Semarang kembali menyita perhatian publik, termasuk pembaca di Jakarta yang mengikuti kasus orang hilang berskala nasional. Pada Jumat, 4 September 2026, kerangka manusia ditemukan di pinggir jalan tol Jangli dan diduga kuat milik Mozza Axillia Gunarsa, remaja 17 tahun yang dilapor hilang keluarganya ke Polres Semarang sejak Juni 2025. Polisi menyebut dugaan pembunuhan melibatkan teman lelaki korban.
Kasus ini berpotensi dilimpahkan ke Satres Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA-PPO) Polrestabes Semarang karena lokasi kejadian berada di wilayah kota. Penjelasan resmi disampaikan Kasatres PPA-PPO Polrestabes Semarang, Kompol Ni Made Sriniti, saat diwawancarai pada hari yang sama dengan penemuan.
Kondisi jasad tidak dikubur
Berbeda dari anggapan awal sebagian warga, kerangka yang diduga jenazah Mozza tidak ditemukan dalam keadaan terkubur. Jasad dibuang di area semak-semak dan dalam kondisi dibungkus. Temuan itu memperjelas modus pembuangan korban di lokasi yang sulit dijangkau orang lalu-lalang.
Menurut keterangan polisi, kerangka tersangkut pada batang pohon di jurang kawasan Jangli. Posisi tersebut membuat jasad tidak jatuh hingga dekat badan tol. Lokasi penemuan digambarkan sepi dan jauh dari permukiman, sehingga jarang terpantau aktivitas harian warga sekitar.
Ciri fisik dan pakaian cocok
Polisi menimbang kemiripan ciri dengan data Mozza Axillia Gunarsa. Tinggi badan dinilai sesuai, begitu pula ciri pakaian yang masih dapat dikenali. Meski demikian, sampel DNA tetap diambil pihak rumah sakit untuk penegasan identitas secara ilmiah.
Kompol Ni Made Sriniti menegaskan bahwa secara keseluruhan ciri-ciri yang ada sudah kuat mengarah pada korban yang dilaporkan hilang setahun sebelumnya. Proses verifikasi forensik tetap berjalan agar tidak ada keraguan dalam penetapan identitas.
Laporan hilang dan dugaan pelaku
Keluarga Mozza sebelumnya membuat laporan orang hilang ke Polres Semarang pada Juni 2025. Setelah kerangka ditemukan, fokus penyidikan beralih pada dugaan tindak pidana terhadap nyawa. Polisi menyebut Mozza diduga dibunuh oleh teman lelakinya, meskipun rincian pemeriksaan masih dalam penanganan satuan yang berwenang.
Karena tempat kejadian perkara berada di Kota Semarang, pelimpahan ke Satres PPA-PPO Polrestabes Semarang dinilai selaras dengan kewenangan wilayah. Langkah itu diharapkan mempercepat koordinasi antara laporan orang hilang lama dan temuan kerangka terbaru.
Implikasi bagi pemantauan kasus nasional
Bagi masyarakat urban, termasuk warga Jakarta yang rutin memantau isu keamanan dan perlindungan anak, kasus ini mengingatkan pentingnya tindak lanjut laporan orang hilang hingga tahap forensik. Temuan di tol Jangli menunjukkan bahwa lokasi sepi di tepi infrastruktur utama bisa menjadi titik pembuangan yang lama tak terdeteksi.
Kepolisian masih mengandalkan pencocokan DNA di samping kesesuaian pakaian dan tinggi badan. Publik diminta menunggu hasil resmi laboratorium agar informasi yang beredar tidak bercampur spekulasi. Penanganan oleh unit PPA-PPO juga menandakan pendekatan yang menempatkan korban perempuan dan anak sebagai prioritas perlindungan.
Seiring proses identifikasi dan pelimpahan perkara, otoritas setempat diharapkan memberi keterangan berkala tanpa mengganggu jalannya penyidikan. Kejelasan identitas kerangka dan kepastian hukum bagi pihak yang diduga terlibat menjadi tahap berikutnya yang ditunggu keluarga serta masyarakat luas.
Sumber: Republika.