METRO
Indeks
Politik

Publik Amerika Serikat Banyak Menilai Buruk Performa Benjamin Netanyahu

Hasil survei Netanyahu AS terbaru menjadi sorotan publik internasional, termasuk pembaca di Jakarta yang mengikuti dinamika Timur Tengah. Jajak pendapat YouGov bersama The Economist menempatkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada posisi citra yang lemah di mata sebagian besar warga Amerika Serikat.

Pengambilan data dilakukan pada 25–27 Juli terhadap 1.559 responden di AS. Temuan itu kemudian beredar luas dan dikutip sejumlah media, menggambarkan jarak antara dukungan resmi pemerintah AS dan opini publik sipil terhadap pemimpin Israel tersebut.

Angka utama yang menonjol dari jajak pendapat

Sebanyak 54 persen responden menyatakan pandangan negatif terhadap Netanyahu. Hanya 23 persen yang masih memberi penilaian positif. Selisih itu menegaskan bahwa citra perdana menteri Israel di kalangan publik AS cenderung tergerus.

Selain penilaian umum, survei menyingkap sikap lebih keras terkait konflik di Jalur Gaza. Sebanyak 47 persen responden meyakini Netanyahu bersalah atas kejahatan perang di Gaza dan menilai tindakannya merusak hubungan Amerika Serikat–Israel.

Sikap publik soal perintah penahanan ICC

Mahkamah Pidana Internasional (ICC) pada November 2024 menerbitkan perintah penahanan bagi Netanyahu dan mantan pejabat pertahanan Yoav Gallant terkait tuduhan kejahatan perang di Gaza. Isu itu ikut diuji dalam survei opini publik AS.

Hasilnya, 49 persen responden sepakat pemerintah AS seharusnya menahan Netanyahu jika ia berada di wilayah Amerika Serikat. Sebaliknya, hanya 27 persen yang menolak langkah tersebut. Angka ini memperlihatkan tekanan opini domestik yang tidak selalu sejalan dengan kebijakan pejabat di Washington.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya menolak opsi penangkapan Netanyahu apabila pemimpin Israel itu berkunjung ke Amerika Serikat. Perbedaan antara sikap pejabat dan preferensi sebagian publik sipil justru membuat temuan survei semakin relevan dibahas.

Kunjungan Netanyahu ke Gedung Putih

Di tengah bayang-bayang opini publik yang dingin, Netanyahu menemui Trump di Gedung Putih pada 28 Juli untuk pembicaraan tatap muka. Pertemuan tertutup berlangsung sekitar satu setengah jam dan digambarkan pihak Gedung Putih sebagai positif serta produktif.

Ini merupakan pertemuan kedelapan kedua pemimpin sejak Trump kembali menjabat pada awal 2025. Agenda yang disorot mencakup upaya memastikan Iran tidak memperoleh senjata nuklir, implementasi kerangka kesepakatan terkait Lebanon, serta kebuntuan diplomasi rekonstruksi Gaza.

  • Citra negatif Netanyahu di publik AS: 54 persen
  • Citra positif: 23 persen
  • Meyakini bersalah atas kejahatan perang di Gaza: 47 persen
  • Mendukung penahanan di AS mengacu ICC: 49 persen

Mengapa temuan ini menarik perhatian pembaca Jakarta

Bagi audiens di ibu kota, isu ini bukan sekadar urusan luar negeri jauh. Indonesia secara konsisten menyuarakan perhatian kemanusiaan atas Palestina, sehingga setiap pergeseran opini di negara sekutu utama Israel sering dibaca sebagai sinyal politik global. Data survei memberi konteks mengapa tekanan diplomatik dan debat soal akuntabilitas terus mengemuka di media internasional.

Hubungan Trump–Netanyahu sendiri sempat memanas pada April saat negosiasi terkait Iran, hingga Trump menyebut Netanyahu sebagai sosok yang sangat sulit. Netanyahu membingkai perbedaan itu sebagai soal taktis, bukan perpecahan tujuan strategis. Kunjungan terbaru dinilai sejumlah pengamat sebagai upaya menampilkan soliditas di hadapan Iran, Lebanon, dan publik dunia.

Situasi kemanusiaan di Gaza setelah hampir tiga tahun konflik tetap digambarkan sangat berat, sementara upaya diplomasi untuk memulai kembali pembangunan wilayah itu masih tersendat. Dalam kerangka itu, angka survei di AS menjadi penanda bahwa dukungan publik terhadap Netanyahu tidak otomatis kuat meski saluran resmi Washington–Yerusalem tetap berjalan.

Secara keseluruhan, kombinasi temuan YouGov–Economist dan rangkaian pertemuan di Washington memperlihatkan dualisme: kerja sama pejabat tetap berlangsung, namun persepsi publik AS terhadap Netanyahu mayoritas negatif. Bagi pembaca Seputar Jakarta, data tersebut membantu memahami mengapa perdebatan soal Gaza, ICC, dan arah kebijakan AS terus mengisi ruang diskursus global.

Sumber: Tempo.

Tag: survei Netanyahu, Amerika Serikat, Israel, ICC Gaza, Donald Trump, opini publik AS, politik internasional

Blackjack Terlihat Sederhana tetapi Kenapa Keputusan Hit atau Stand Bisa Mengubah Peluang Jackpot Terlihat Semakin Besar tetapi Apa Hubungannya dengan Peluang Mendapatkannya House Edge Kecil Sering Dianggap Menguntungkan tetapi Begini Cara Membaca Angkanya Volatilitas Tinggi dan Rendah Apa Bedanya dan Kenapa Pengalaman Bermain Bisa Berubah Drastis Sudah Banyak Putaran tetapi Bonus Belum Muncul Apa yang Sebenarnya Terjadi RNG Sering Disebut Acak tetapi Bagaimana Sistem Ini Sebenarnya Menentukan Setiap Putaran Simbol Hampir Membentuk Bonus Kenapa Momen Near Miss Terasa Begitu Meyakinkan Bonus Buy Memang Langsung Membuka Fitur tetapi Apa yang Berubah dari Permainan Biasa Kenapa Angka Kemenangan Besar Lebih Mudah Diingat daripada Puluhan Putaran Biasa Autoplay dan Spin Manual Terasa Berbeda tetapi Apakah Mekanismenya Benar Benar Berbeda Blackjack Terlihat Sederhana tetapi Kenapa Keputusan Hit atau Stand Bisa Mengubah Peluang Jackpot Terlihat Semakin Besar tetapi Apa Hubungannya dengan Peluang Mendapatkannya House Edge Kecil Sering Dianggap Menguntungkan tetapi Begini Cara Membaca Angkanya Volatilitas Tinggi dan Rendah Apa Bedanya dan Kenapa Pengalaman Bermain Bisa Berubah Drastis Sudah Banyak Putaran tetapi Bonus Belum Muncul Apa yang Sebenarnya Terjadi RNG Sering Disebut Acak tetapi Bagaimana Sistem Ini Sebenarnya Menentukan Setiap Putaran Simbol Hampir Membentuk Bonus Kenapa Momen Near Miss Terasa Begitu Meyakinkan Bonus Buy Memang Langsung Membuka Fitur tetapi Apa yang Berubah dari Permainan Biasa Kenapa Angka Kemenangan Besar Lebih Mudah Diingat daripada Puluhan Putaran Biasa Autoplay dan Spin Manual Terasa Berbeda tetapi Apakah Mekanismenya Benar Benar Berbeda