METRO
Indeks
Nasional

Abad Kedua Gontor Dibahas di Jakarta: Pendidikan Holistik Jadi Pilar Utama

Pembicaraan tentang pendidikan holistik Gontor mengemuka di ibu kota ketika Ketua Panitia Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Prof Dr Hamid Fahmy Zarkasyi, menyampaikan pandangan di Forum SAJID Friday Morning Talk. Acara yang digelar Serikat Jurnalis Muslim Indonesia di AQL Islamic Center, Jakarta, Jumat (4/9/2026), menempatkan pengalaman satu abad lembaga pesantren modern itu dalam konteks kebutuhan pendidikan nasional yang terus berubah.

Bagi pembaca Jakarta, isu ini relevan karena banyak alumni Gontor berkiprah di lembaga publik, sekolah, dan organisasi kemasyarakatan di kawasan metropolitan. Ketahanan institusi yang lahir di Ponorogo, Jawa Timur, pada 20 September 1926, kerap dijadikan rujukan ketika membahas model pendidikan yang memadukan nilai keagamaan dengan kemampuan menghadapi zaman.

Satu kata yang merangkum ketahanan seabad

Hamid Fahmy Zarkasyi, yang juga putra salah satu pendiri pondok, menjawab pertanyaan tentang rahasia daya tahan Gontor dengan ringkas: holistik. Menurutnya, di lingkungan pesantren santri memperoleh banyak hal sekaligus, bukan hanya materi pelajaran terpisah-pisah. Pendekatan itu membuat proses belajar menyentuh pengetahuan, sikap, dan kebiasaan sehari-hari.

Ia menekankan bahwa kekhasan pesantren terletak pada sistem kehidupan yang tidak sepenuhnya dimiliki sekolah konvensional. Nilai-nilai dijalankan dalam rutinitas asrama, interaksi antar-santri, serta pembiasaan disiplin yang berlangsung sepanjang hari. Kerangka formal tetap penting, namun pembentukan karakter tumbuh dari ekosistem yang dirancang secara utuh.

Jejak Trimurti dan jalan ketiga pendidikan Islam

Sejarah awal Gontor tidak lepas dari situasi pendidikan Islam Indonesia pada masa kolonial, ketika pesantren tradisional berfokus pada kitab klasik tanpa banyak menyentuh ilmu modern, sementara sekolah Belanda cenderung memisahkan pembelajaran dari akar keagamaan. Tiga bersaudara KH Ahmad Sahal, KH Zainuddin Fananie, dan KH Imam Zarkasyi—dikenal sebagai Trimurti—memilih jalur berbeda.

Mereka tidak memihak salah satu kutub semata. Lembaga yang didirikan di desa terpencil Ponorogo itu diarahkan sebagai model integrasi ilmu agama dan ilmu umum dalam satu kurikulum dan satu nafas kelembagaan. Dalam istilah akademik kini, langkah itu sering disebut integrasi epistemologis: menolak pemisahan kaku antara pengetahuan keagamaan dan pengetahuan duniawi.

KMI sebagai kerangka formal pencetak pendidik

Wujud sistematis dari gagasan tersebut adalah Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyah atau KMI, program enam tahun setingkat pendidikan menengah. Tujuannya bukan sekadar melahirkan santri yang menguasai teks keagamaan, melainkan pendidik Muslim yang fasih berbahasa Arab dan Inggris, memahami perkembangan ilmu pengetahuan, serta kokoh dalam akidah dan akhlak.

Hamid menjelaskan bahwa gagasan pendiri berangkat dari keinginan menghadirkan ulama yang berdaya intelektual dan mampu mengikuti perubahan zaman tanpa kehilangan fondasi keagamaan. Kurikulum menjadi tulang punggung akademik, sementara kehidupan pondok menjadi ruang praktik nilai yang terus-menerus diuji dalam kegiatan harian.

Laboratorium peradaban di luar ruang kelas

Keunikan Gontor, menurut paparan tersebut, melampaui silabus tertulis. Santri belajar di kelas, tetapi juga hidup dalam tatanan yang menempatkan setiap jam, interaksi, dan aktivitas sebagai bagian pembentukan manusia. Sapaan di lorong asrama, pembagian tanggung jawab, hingga etika bergaul diperlakukan sebagai materi pendidikan yang nyata.

Dengan cara itu, pesantren digambarkan sebagai peradaban kecil yang berjalan 24 jam. Pendekatan holistik menempatkan pengetahuan, keterampilan sosial, kepemimpinan praktis, dan kedalaman spiritual dalam satu rangkaian pengalaman. Model inilah yang disebut menopang Gontor memasuki abad kedua dengan postur kelembagaan yang tetap relevan.

Diskusi di Jakarta tersebut mengaitkan pengalaman historis Gontor dengan tantangan kontemporer: bagaimana lembaga pendidikan menjaga integritas nilai sambil tetap terbuka pada kemajuan ilmu. Bagi kalangan pendidik dan orang tua di ibu kota, catatan dari forum itu menjadi bahan refleksi tentang pentingnya ekosistem belajar yang utuh, bukan hanya penambahan mata pelajaran.

Peringatan seabad Gontor pada akhirnya bukan sekadar seremoni angka. Paparan Hamid Fahmy Zarkasyi menegaskan bahwa keberlanjutan lahir dari konsistensi ide pendiri, kurikulum yang memadukan dua ranah keilmuan, serta kehidupan pesantren sebagai ruang pembentukan karakter yang tidak terputus. Satu kata—holistik—menjadi ringkasan yang mudah diingat, namun isinya menuntut kerja kelembagaan yang panjang dan disiplin.

Sumber: Republika.

Tag: Gontor 100 tahun, pendidikan holistik, Hamid Fahmy Zarkasyi, pesantren modern, KMI Gontor, Trimurti Gontor, forum Jakarta, pendidikan Islam

Blackjack Terlihat Sederhana tetapi Kenapa Keputusan Hit atau Stand Bisa Mengubah Peluang Jackpot Terlihat Semakin Besar tetapi Apa Hubungannya dengan Peluang Mendapatkannya House Edge Kecil Sering Dianggap Menguntungkan tetapi Begini Cara Membaca Angkanya Volatilitas Tinggi dan Rendah Apa Bedanya dan Kenapa Pengalaman Bermain Bisa Berubah Drastis Sudah Banyak Putaran tetapi Bonus Belum Muncul Apa yang Sebenarnya Terjadi RNG Sering Disebut Acak tetapi Bagaimana Sistem Ini Sebenarnya Menentukan Setiap Putaran Simbol Hampir Membentuk Bonus Kenapa Momen Near Miss Terasa Begitu Meyakinkan Bonus Buy Memang Langsung Membuka Fitur tetapi Apa yang Berubah dari Permainan Biasa Kenapa Angka Kemenangan Besar Lebih Mudah Diingat daripada Puluhan Putaran Biasa Autoplay dan Spin Manual Terasa Berbeda tetapi Apakah Mekanismenya Benar Benar Berbeda Blackjack Terlihat Sederhana tetapi Kenapa Keputusan Hit atau Stand Bisa Mengubah Peluang Jackpot Terlihat Semakin Besar tetapi Apa Hubungannya dengan Peluang Mendapatkannya House Edge Kecil Sering Dianggap Menguntungkan tetapi Begini Cara Membaca Angkanya Volatilitas Tinggi dan Rendah Apa Bedanya dan Kenapa Pengalaman Bermain Bisa Berubah Drastis Sudah Banyak Putaran tetapi Bonus Belum Muncul Apa yang Sebenarnya Terjadi RNG Sering Disebut Acak tetapi Bagaimana Sistem Ini Sebenarnya Menentukan Setiap Putaran Simbol Hampir Membentuk Bonus Kenapa Momen Near Miss Terasa Begitu Meyakinkan Bonus Buy Memang Langsung Membuka Fitur tetapi Apa yang Berubah dari Permainan Biasa Kenapa Angka Kemenangan Besar Lebih Mudah Diingat daripada Puluhan Putaran Biasa Autoplay dan Spin Manual Terasa Berbeda tetapi Apakah Mekanismenya Benar Benar Berbeda